Modifikasi Kepeng Kamasan


August 11, 2010

Industri uang kepeng desa Kamasan telah menjadi identitas tersendiri bagi desa itu. Uang yang awalnya digunakan sebagai alat pembayaran berevolusi menjadi alat upacara di Bali. Kini, modifikasi uang kepeng telah menjadi komoditas niaga yang mendunia.

Itulah yang saya alami ketika berkunjung ke sana. Industri uang kepeng ini disentrakan di Banjar Jelantik Kori Batu, Tonja, Klungkung berbatasan langsung dengan Desa Kamasan, asal industri ini.  Lokasi pembuatan kerajinan ini terletak sekira 35 kilometer dari Denpasar. Mencapai lokasi ini bisa ditempuh melalui dua jalur utama. Pertama lewat jalur baru Jalan Ida Bagus Mantra, menyusur wilayah selatan Bali atau lewat jalur lama, melewati Kota Gianyar.

Namun, sekarang, wisatawan yang ingin berkunjung ke lokasi ini disarankan lewat jalur lama, yakni lewat kota Gianyar. Sebab, jalur baru yakni Jalan By Pass Ida Bagus Mantra sedang dalam pembongkaran. Sepanjang jalur ini sedang dilakukan pembenahan, jalan rusak dan berlubang bahkan di beberapa ruas ada yang dibongkar sehingga muncul jalan batu berpasir yang penuh debu. Akibatnya, pengguna sepeda motor harus bertoleransi dengan debu dan kepulan kendaraan besar yang melalui jalan ini.

Sadar dengan kondisi itu, saya memilih lewat jalur lama, yakni Kota Gianyar ke timur. Menemukan lokasi ini juga tidak terlalu susah. Tinggal susuri jalur utama Gianyar-Semarapura. Begitu sampai di Kota Semarapura, saya tinggal mengikuti papan petunjuk jalan. Terpampang dengan jelas arah menuju Desa Wisata Kamasan. Begitu menemukan Patung Catur Muka Semarapura, ikon kota ini, saya tinggal belok kanan sepanjang 2 kilometer. Papan nama industri kerajinan uang kepeng akan gampang ditemukan.

Desa ini ini juga tidak terlalu ramai. Meskipun lokasinya hanya beberapa kilometer dari Kota Semarapura, namun suasana asri masih bisa kita rasakan. Wilayah Kamasan juga tidak terlalu ramai dengan kendaraan bermotor. Namun, kesan bahwa penduduk di desa ini lumayan padat pasti terasa. Hal ini bisa kita lihat dari rumah-rumah yang letaknya berdekatan dengan ornamen khas Bali berupa angkul-angkul (gerbang adat Bali).

Uang kepeng tertua yang pernah ditemukan di Bali berangka 118 SM. Uang kepeng ini menggunakan huruf China, berwarna hitam dan memiliki lubang. Sebab itulah, uang kepeng di Bali juga lebih dikenal dengan sebutan “pis bolong”. Huruf pada bagian depan bertulis panca aksara sementara bagian belakang bertuliskan dwi aksara yang melambangkan rwa bhineda, purusa pradana dan akasa-pertiwi. Sementara bunga padma berkelopak delapan melambangkan sembilan dewata yakni Dewata Nawa Sanga. Sementara lubang kosong merupakan simbol pusat putaran.

“Sejak 2004, Bali memiliki uang kepeng sendiri yang dikerjakan para pande dari Tonja yang filosofinya diperoleh dari Pendeta Mathias dari Pati,” ungkap pemilik industri ini, I Made Sukma Swacita. Menurut Sukma, uang kepeng Kamasan dibuat dari lima material logam yang melambangkan Panca Datu yakni besi melambangkan Dewa Wisnu berpusat di Utara, perak melambangkan Dewa Iswara berpusat di Timur, tembaga melambangkan Dewa Brahma berpusat di selatan, emas melambangkan Dewa Iswara berpusat di barat dan perunggu melambangkan Dewa Siwa yang berpusat di tengah. Panca Datu bermakna lima kekuatan hidup yang dipengaruhi oleh Panca Dewata yakni lima dewa yang menguasai poros arah utama.

Saat ini selain mencetak uang kepeng, Kamasan Bali juga mencetak berbagai perlengkapan upacara seperti pretima, capah, bandrang, pedamaran, gegaluh, pelangkiran, pabuan, bajra dan keris. Dalam sehari, industri ini mampu menghasilkan sekira 5000 keping uang kepeng.

Namun Kamasan Bali tidak hanya membuat uang kepeng untuk sarana upacara yang sakral. “Uang kepeng jika tidak diupacarai hanyalah seperti souvenir biasa,” kata Sukma. Atas dasar itulah, dia berinisiatif memodifikasi uang kepeng menjadi cindera mata. Beberapa bentuk bangunan dipilih oleh dia yang kini dipajang di art shopnya. Bentuk modifikasi itu antara lain lumbung arta, gedong arta, bale gading, pabuan, patung Siwa, patung Ganesha atau Patung Dewi Kwam Im.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi bagaimana proses pembuatan uang kepeng dan modifikasinya bisa datang langsung ke Kamasan Bali di Jalan Banjar Jelantik Kori Batu, Desa Tonja, Klungkung Bali. Sementara, jika hanya ingin melihat produk kerajinan ini, bisa datang ke kantor Kamasan Bali di Perum Candra Astiti Blok A/17, Biaung Jalan Prof. Ida Bagus Mantra. Wisatawan bisa menghubungi nomor telepon ini jika berkunjung ke lokasi ini yakni 468187.

 

Tags: , , ,

 

One Response to “Modifikasi Kepeng Kamasan”

        
  1. Saya sangat setuju apa yang menjadi pemikiran anda.

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree